Kisah Tular Kanak-Kanak Pakai Maskot Untuk Sara Keluarga Ini Pasti Bakal Buatkan Anda Menangis

Sumber: @rhmadii_

Kisah tular kanak-kanak pakai maskot untuk sara keluarga ini pasti buatkan anda menangis.

Gambar seorang kanak-kanak berusia sembilan tahun dalam maskot watak Tom dalam filem animasi terkenal Tom and Jerry yang tular di media sosial menimbulkan rasa kasihan dalam kalangan netizen.

Video yang dimuat naik seorang pengguna Instagram @rhmadii  itu memaparkan kisah tular seorang kanak-kanak yang sedang duduk melepaskan penat selepas menghiburkan orang ramai di kawasan Jalan Gatot Subroto, Kalimantan Selatan, Indonesia.

View this post on Instagram

EDISI KEHIDUPAN…. Setiap hari, Rehan harus bangun pagi-pagi betul agar atraksinya bisa disaksikan oleh para pekerja kantoran dan warga disekitar jalan Gatot Subroto… Bagi sebagian orang, atraksi badut jalanan yang disuguhkan Rehan dinilai ampuh untuk mengusir rasa suntuk di tengah padatnya jalan Gatot subroto. Namun, ada beberapa hal penting yang luput dari pikiran mereka. Pertunjukkan yang mereka anggap menarik itu sebetulnya dilakukan oleh anak di bawah umur, bahkan termasuk dalam kategori eksploitasi anak. Menurut pengakuan Rehan, keputusannya menjadi Badut jalanan didasari oleh motif ekonomi agar ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibunya yang bekerja serabutan hanya mampu mengumpulkan uang untuk membayar biaya sewa kontrakan. Jika ada rejeki berlebih, uang tersebut sengaja disisihkan untuk biaya sekolahnya. “Uangnya lumayan. Bisa buat beli Nasi bungkus untuk dibawa pulang ke rumah,” tutur Rehan Agar atraksinya menarik perhatian banyak orang, Rehan memperlihatkan jogetan kecilnya. Sementara untuk urusan kostum dan kepala boneka, Rehan mengaku selalu mengganti kostumnya setiap hari. Sang penyedia kostum juga menyediakan beberapa pilihan kepala boneka yang didesain menyerupai tokoh-tokoh kartun, mulai dari Dora the Explorer, Upin dan Ipin, hingga Spongebob Squarepants. Kepala dan bajunya saya sewa. Saya tidak tahu biayanya, karena ibu yang membayar,” ungkap Rehan sembari menyeka keringat yang menetes di kelopak matanya. Setiap hari Rehan memang sengaja berangkat pagi-pagi buta, bahkan sebelum mentari pagi bersinar. Selain mengincar mobil-mobil yang terjebak macet, ia ingin menyisihkan waktu di sore hari untuk bermain bola di rumah. Lepas Sholat Isya saya biasanya langsung pulang ke rumah bersama ibu setelah ibu selesai beberes kebersihan halaman Alfamart jl. Gatot subroto kata Rehan Namun saat ditanya, apakah ia dan ibunya nyaman dengan profesi mereka saat ini, Rehan mengaku senang dapat membantu memberikan uang tambahan kepada ibunya. Kendati demikian, Rehan tidak memungkiri bahwa terkadang ia merasa lelah karena harus berjalan hingga sejauh 10 km dari rumahnya.

A post shared by KONTEN INSPIRATIF (@rhmadii__) on

Kanak-kanak yang dikenali sebagai Rehan itu memberitahu beliau terpaksa melakukan kerja tersebut bagi menampung perbelanjaan keluarganya yang susah.

Pendapatan yang diperoleh ibunya hasil daripada melakukan pelbagai pekerjaan hanya cukup untuk membayar rumah sewa mereka. Sekiranya ada lebihan, ianya sekadar cukup untuk membayar yuran sekolah beliau. Manakala pendapatan yang diperolehi Rehan cuma sekadar cukup untuk membeli sekampit beras.

Kisah Tular Kanak-Kanak Pakai Maskot Untuk Sara Keluarga Ini Pasti Bakal Buatkan Anda Menangis 1
Sumber: @rhmadii_

Biarpun gembira dapat membantu ibunya tetapi Rehan mengakui perjalanan 10km dari rumah ke jalan tersebut amatlah memenatkan.

Memilih untuk mula berjalan dari awal pagi atau sebelum waktu subuh untuk mengelakkan kesesakan lalu lintas pada waktu petang beliau akan pulang ke rumah untuk bermain bola sepak bersama rakan-rakannya.

BACA: Tinjauan Dapati Kanak-Kanak Malaysia Sudah Mula Merokok Seawal 8 Tahun

Baru berusia sembilan tahun, tapi beban tanggungjawab yang beliau tanggung hampir sama seperti orang dewasa. Namun kerana kesusahan hidup, semuanya terpaksa diharungi biarpun penat.